Monday, May 9, 2022

Seminggu di Bali

 Ini adalah trip ke Bali paling panjang seumur hidupku. Ikutan tren wedding in Bali dan work from Bali, aku dan E terbang Jumat dari Jakarta, dan kembali minggu depannya - 10 hari total!


Karena bukan tipe liburan panjang dan bukan pecinta Bali setiap kali ditanya, ini bisa dibilang rekor dan pengalaman baru dalam hidup sebagai pegawai kantoran. 


Bisa dibilang, semua bisa terjadi karena pandemi. My brother had his intimate wedding with families in a luxury hotel in Nusa Dua, Bali. Real intimate dengan 50 orang hadirin (vs mine back then 1000 pax in one of Jakarta's reception hall).

Kedua, karena efek pandemi, kantorku menerapkan WFA policy -- Work from Anywhere, so I do it right after the announcement was out :p. So I'd like to record it in my memory how I am amazed with Bali & its beauty. Now I understand why people from all over the world come, visit, and love Bali so much. 


So, here we go Bali.

p.s. blog ini adalah opini pribadi, tidak berkaitan ataupun bermaksud menyinggung pihak manapun

1. Nusa Dua, komplek eksklusif resort mewah

Dapat kesempatan nyicipin Hotel Apurva Kempinski, mungkin salah satu hotel termewah yang pernah diinepin. Puji Tuhan masih dapat berkat dan kesempatan buat nginep di sini. 



2. Canggu, the hype region for global citizens

Di sini bener-bener berasa minoritas sebagai orang Indo. isinya bule-bule surfing pagi, ngopi & work from cafe siang, nongkrong2 malem. Super (young) expats friendly. 

Btw kami super happy nginep di villa tamarind canggu, book via airbnb.


3. Nusa Penida, beautiful beach & sites for the adventurers

Ga nyesel mengulang nusa penida -- kalau sebelumnya day trip kejar tayang foto2, kali ini menginap semalam -- bisa dibilang hampir mengelilingi pulau dari barat ke timur. best spots so far: ocean beach (turun dari tebing - not kids friendly) dan cafe bule penida colada.



4.  Seminyak, when locals meet international tourists

Se-hits itu sih seminyak. Full of cafes, restaurants, and night club kekinian. Isinya lumayan balance antara turis Jk-Sby, bule, dan nomad yang stay long term di bali. 

5.  Legian, seems sunset for cool nightlife

They are trying so hard to make it hype again. Club dan diskotis (yes - it still exists) berjejeran, tapi sayangnya terasa menua, dan lebih ada feel bronx nya dibanding area-area sebelumnya di atas. (Harusnya) pusat turis asing, tapi terasa sepiiii semasa pandemi ini. 

No comments: