Sunday, December 19, 2010

there'll always be a first time for everything

tak terasa 3 minggu sudah saya lewati di shanghai. it has been superb and exciting. lots of new experiences and moment to be cherished. as the title said, there will always be a first time for something to be happened.

Pertama, SHANGHAI.
Di kali pertama saya menjejakan kaki di shanghai, beruntung saya dapat sekaligus tinggal selama 6 minggu disini. Walaupun judulnya belajar, semester pendek, tapi kesempatan ini tentu tidak saya lewatkan untuk jalan2.. senang rasanya bisa belajar sekaligus jalan-jalan selama 6 minggu..
Saya dan teman-teman tidak melewatkan setiap kesempatan untuk explore shanghai. Sayang memang, kelas kami siang sampai sore, jam 6. Sepulang dari kelas, hari sudah gelap (disini jam 5 sudah mulai gelap). Makan malam sebentar, pulang, buat pe-er, tidur. Makanya, begitu akhir minggu datang, pasti ada acara jalan2.. Nanjing Lu, Huahai Road, The Bund, Yu Yuan Garden, Shanghai Tower, Shanghai Expo, Tian Zi Fang pun kami jajaki.

Kedua, SALJU.
Ya, Selasa lalu, 14 desember 2010, shanghai diliputi salju sepanjang hari. Boleh dibilang beruntung, sekalinya saya datang kemari, salju pun ikut berkunjung. Padahal jarang-jarang ada salju di shanghai. I was excited yet worried, melihat perkiraan cuaca sampai minus 1 derajat. Berlapis-lapis baju dan celana, plus sepatu boots menjadi alat tempur disini. Untungnya hari itu angin masih berbaik hati, tidak berhembus kencang.


Foto diambil dari depan kelas, siang hari. pohon dan mobil jadi putih!


Kenyataannya, salju tidak se-cool di tv2.. Memang sih masih COOL, terutama buat orang2 negara tropis seperti kita, tapi aduuhh dinginnya itu lho, ga tahan.. Karena pake baju berlapis-lapis, ngapa-ngapain juga jadi repot. Apalagi kalo mau ke wc, repot ihh.. Paling enak diem di dalam kamar berheater, hangaat. Jangan dikira dengan baju berlapis2 kamu jadi hangat, not really. Istilahnya baju memang bisa jadi tameng, tapi dingin sih tetep aja dingin. Minus 1 itu kan lebih dingin daripada suhu kulkas!

Kulit kering, bibir pecah-pecah, tangan dan kaki dingin terus. Kalau lagi dingin banget, tangan sampe perih, seperti kalo kelamaan pegang es. Kaki kesemutan padahal uda pake kaos kaki dobel dan sepatu boots.

Yang paling parah waktu exam jumat kemarin. Seperti biasa, ritual sehari2 saya disini adalah melihat weather forecast. Hari itu, seharusnya ga dingin-dingin banget. Berangkat lah saya menuju exam hall. Tapi ternyata, di luar perkiraan, dari awal ujian dimulai, tangan gemetar.. bukan cuma tangan malah, semua badan gemetar, bukan karena takut tapi karena kedinginan. Sepertinya otak jadi bekerja slow motion. Baru kali ini saya mengerjakan ujian dengan memakai sarung tangan sambil gemetar kedinginan selama dua jam. Semoga, hasilnya tidak mengecewakan.


Ketiga, kendala bahasa.
Baru kali ini rasanya, mau makan aja susah. Mau kemana-mana ga bisa sendiri, harus nempel sama temen yang udah agak jago mandarinnya biar paling engga bisa makan. :p Tapi ini sih ga menyurutkan niat saya untuk jalan-jalan! Jom! :)


Keempat, NATAL.

Natal tahun ini jelas berbeda dari biasanya. Ini natal pertama saya jauh dari keluarga. Biasanya kami di bogor ato kalaupun di luar kota merayakan natal bersama. Biasanya sih mama paling sibuk di gereja, yason juga sekarang eksis di remaja, papa juga ikut-ikut acara natal ini itu. Sabtu lalu saya kebaktian natal di gereja indonesia di shanghai. Boleh dibilang saya bukan tipe yang suka homesick, tapi kemarin jadi sedih juga rasanya tidak bisa natalan bersama keluarga... Well, tapi saya harus bersyukur masih diberi kesempatan untuk natalan disini, bisa bergereja, bisa merasakan natal dengan suasana yang berbeda.

Hari ini saya memulai minggu keempat saya disini, setelah exam level 1 saya jumat kemarin, saatnya belajar lagi untuk level 2. 3 more weeks to go!!

cheers :)


1 comment:

Anonymous said...

mikhal, senang baca pengalaman mu... ; pengalaman yang akan melekat dalam hidupmu

pa