Friday, November 18, 2011

Jessika

dalam menghadapi exam kali ini, walaupun hampir setiap waktu saya tetap memilih belajar sendiri, ada kalanya saya menimba ilmu dari teman sekelas yang juga tinggal se apartment.  Jessika namanya.  Sesama orang indo, sesama cewek, sesama anak biotek, ga susah buat kami untuk bersosialisasi satu sama lain.  Jessika ini memang satu semester diatas saya, jadi ini adalah exam terakhir nya di biotek monash.

Bukan pertama kali saya belajar bareng sama Jess.  Dulu, tahun lalu di desprate moment ga ngerti apa-apa tentang satu subject, saya begging ngajak belajar bareng.  Saya yang prefer belajar sendiri daripada rame-rame, saking putus asanya mengajar temen belajar bareng-bareng, yang sebenernya adalah 'minta diajarin'.  Satu hal, saya selalu merasa gain something kalo belajar bareng Jess.  Waktu desprate, jelas, wong dia gurunya kok.  Tapi bahkan disaat saya udah belajar duluan, curi start belajar seminggu lebih awal di kala dia masih ada exam lain yang lebih awal, tetep aja, saya merasa saya yang nambah ilmu dari dia.  She seems know everything.      Hari itu dia bilang,"Duh mik, belom belajar nih.."  Tapi ketika kita saling tanya jawab, dia kok ya tau semuaa. *tepuk tangan*  Dan ketika dia bilang belum belajar, kamu akan tau kalo dia bukannya sok-belum-belajar.. You know, ada orang-orang yang kiasu dan ga mau kalah yang bilang belum belajar karena ga mau kamu tau kalo mereka sudah hafal jungkir balik satu kamus biologi!  Ini beda, mungkin karena polos-polos innocent nya dia.  Pokoknya ga bikin kamu ilfil bilang "Yeah right! talk to the hand!!"  Nah karena sudah beberapa kali belajar bareng, saya jadi lebih mengerti, kalau Jess bilang belom belajar, berarti dia belom mulai ngafalin kata per kata.. Lah, kalo mikhal, kalo belom belajar berarti belom tau yang mana bahannya, belajar apa aja, berapa banyak afalannya etc etc.

Jessika itu mau berbagi ilmu..  Saya juga sadar saya nggak se-ngoyo dia.  Dan saya yakin dia juga sadar dia tau jauh lebih banyak dari saya.  Tapi toh, dia ga kapok tuh.. masih oke-oke aja digangguin mikhal, padahal kalo tanya jawab, banyakan saya yang tanya dan dia yang jawab.. hehehe.  Dia ga segan-segan kasih tips-tips apa aja yang penting dan harus dihafalin.

Lucu juga sih, pre-exam terakhir kita, Genomics, satu hari dia belajar sama Vony, teman biotek lain yang ga jauh beda lah nilai-nilainya sama Jess, besoknya gantian belajar sama saya.  Ketika saya datang, dia dengan despratenya bilang "Duhh Mik aku stress banget belajar ga hafal-hafal!!" Itu H-1 exam, ga lama dia tanya-tanya apa aja yang saya pelajari. Aku yang memang masih meraba-raba ya cuma bisa senyam-senyum aja, "Duh belom sampe situ jess belajarnya..... Mmmm itu yang mana yaa??  Ha?emang ada detailnya doang?bukan point2 doang?"  Sepulangnya saya dari tempat Jess, saya rasa dia malah jadi stress liat Mikhal belom tau apa-apa kok masih santai-santai ajaa.. hhehehe

Jessika & Mikhal at Monash Ball 2011

Inti dari semua cerita di atas, saya mau bilang, Jessika, saya mengagumi anda. your intelligent, your hardwork, your ambition.  When you get straight HD, that's because you deserved :)  Terimakasih jess sudah berbagi ilmu sama Mikhal.  Apapun hasilnya nanti, HD, D, C, I still thank you a lot.  I owe u those knowledge and time.

God bless u friend.

Saturday, October 29, 2011

update

Setelah cukup lama Orange Ladybug terabaikan, kali ini gue berniat mengupdate kegiatan2 yang terjadi recently.  Sibuk! Banyak kegiatan-kegiatan yang sebelumnya memang ga eksis.  Tapi saya senang..  Menikmati setiap kesibukan yang ada.  Here we go, pictures speak thousand words.

Sasa, Keyang, Dicky, Sylvi, Kevin Birthday Dinner Oct 2011, Italiannies



Nukke's 21 - 12 Oct 2011

 Patriot at Battle of The Band Monash
Erlangga Ramadian, Robertus Kevin, Rangga Irzad, Ericka Leigh, Mikhal Anindita

Patriot at Cultural Diversity Day 2011 Monash  
Rangga, Angga, Etus, Mikhal


Pulau Tioman, Mid break September 2011



Monash Ball 2011, JW Mariott Putrajaya  



City Harvest Church KL Soft and Grand Openning, at No. 3



Fraser Hill







Friday, September 9, 2011

People Quit People, Not Company

Statement di atas diambil dari buku Leadership Gold by John C. Maxwell yang baru saja selesai gue baca.  Sekilas tentang buku, banyak point-point yang applicable dan waktu dibaca bikin gue ber "Ooohh.. iya jugaa.." sendiri.

Singkat cerita, jadi sekarang gue kerja part time di Sno, Pyramid, sebuah local beverage company yang fokus pada shakes dan smoothies.  Hampir sebulan bekerja disana, layaknya company-company pada umumnya, ternyata banyak lika-liku yang terjadi di dalamnya.  Padahal, kalau mau dihitung, kayaknya total staff disana ga lebih dari kesebelasan sepak bola.  Dalam sebulan gue di Sno, unfortunately ada 2 orang pentolan di Pyramid yang resign.  Sayang sebenarnya, mengingat yang satu manager, dan yang satu lagi, sudah kayak full timer disana.

Kembali ke statement di atas, coba deh kita renungkan, sambil lihat kanan kiri, memang pada kenyataan nya seseorang lebih banyak resign dengan alasan "ga cocok sama si ini dan si itu.." daripada "ga cocok sama company nya"  Kabar burung yang beredar, di tempat gue kerja sekarang juga sempat terjadi mogok kerja, resign masal gara-gara ulah seseorang.  Bahkan orang-orang yang masih stay juga sependapat sama yang sudah pada resign.  That's pity.  Bisa kamu bayangkan kalau kamu, tanpa disadari adalah si pembuat ulah.  Life will be miserable man, knowing that people arround you don't like you.

Inspite of those fact, gue pribadi ga ada, atau belum ada masalah sama yang bersangkutan, jadi yah gue ga mau terlalu nge-judge juga, toh orangnya juga baik2 aja sama gue.  Dan saya senang, karena kemaren habis gajiann.. Hore hore!! Besides, kerjaan di sana juga cukup menyenangkan.  Temen-temen yang kerja semua student part timers juga, dan kerjaannya simple dengan salary yang sama. Not bad at all.

Happy working, Happy studying, Happy playing.....